Snowflake dan OpenAI Jalin Kemitraan Rp 3,6 T, Permudah Bisnis Adopsi AI

Perusahaan platform data asal AS, Snowflake, mengumumkan kemitraan strategis senilai USD 200 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun (kurs Rp 17.821) dengan OpenAI untuk menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) langsung ke lingkup pelanggan bisnis.
Snowflake merupakan perusahaan teknologi asal AS penyedia platform penyimpanan, pengelolaan, dan analisis data berbasis cloud. Kolaborasi multi-year ini dilakukan untuk mempercepat adopsi AI generatif dan AI Agent di kalangan pelanggan enterprise. Lewat kerja sama itu, model AI dari OpenAI akan tersedia secara native di platform Snowflake.
Dengan integrasi ini, perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk menganalisis data, mencari informasi dari dokumen internal, hingga membangun AI Agent tanpa perlu memindahkan data ke platform eksternal.
Model-model terbaru OpenAI akan tersedia lebih luas di platform Snowflake. Pelanggan bisnis yang menyimpan data dan memakai platform Snowflake bisa membuat sesuatu pakai AI dengan mudah.
CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy, mengatakan bahwa perusahaan atau bisnis kini dapat menggabungkan data internal mereka dengan kemampuan model AI OpenAI di ekosistem Snowflake yang aman dan terkelola.
“Dengan menghadirkan model OpenAI ke data perusahaan, Snowflake memungkinkan perusahaan untuk membangun dan menerapkan AI di atas aset mereka yang paling berharga, menggunakan platform yang aman dan terkelola yang sudah mereka percayai,” kata CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy.
“Pelanggan sekarang dapat memanfaatkan semua pengetahuan perusahaan mereka di Snowflake bersama dengan intelijen kelas dunia dari model OpenAI, memungkinkan mereka untuk membangun AI Agent yang kuat, bertanggung jawab, dan tepercaya. 
Pelanggan Snowflake dapat menggunakan model OpenAI seperti GPT-5.2 dengan tools seperti Snowflake Cortex AI untuk membangun aplikasi dan agen khusus yang didasarkan pada data perusahaan mereka.
Mereka juga dapat menggunakan OpenAI di dalam Snowflake Intelligence untuk mengajukan pertanyaan dalam bahasa alami dan memberikan wawasan kepada setiap karyawan—secara otomatis mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengambil dan menganalisis data bisnis, tanpa mengharuskan pengguna untuk menulis kode apa pun sendiri.
Bagi OpenAI, kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperluas penetrasi teknologi AI mereka ke sektor enterprise, sekaligus membawa model AI terbaru langsung ke lingkungan data yang telah digunakan perusahaan untuk menjalankan operasional sehari-hari.
“Kemitraan ini membawa model canggih kami langsung ke lingkungan tersebut, sehingga memudahkan penerapan agen dan aplikasi AI, agar bisnis dapat menutup kesenjangan antara kemampuan AI dan nilai yang dapat mereka ciptakan saat ini," kata Fidji Simo, CEO of Application di OpenAI.
Kemitraan ini mencerminkan tren baru di industri teknologi, di mana perusahaan tidak lagi hanya mengadopsi chatbot berbasis AI, tetapi mulai membangun AI Agent yang dapat mengakses data perusahaan, melakukan analisis, dan membantu pengambilan keputusan secara otomatis.
Dengan OpenAI dan Snowflake, pelanggan kini dapat menerapkan penalaran, analisis, dan kecerdasan multimodal yang canggih langsung ke data tepercaya mereka, memungkinkan perusahaan untuk menerapkan AI lebih cepat dan dalam skala yang lebih besar di seluruh dunia.
Snowflake mendukung organisasi di berbagai industri—termasuk jasa keuangan, perawatan kesehatan, ritel, media, manufaktur, dan sektor publik—membantu tim di setiap sektor menggunakan data untuk menjalankan bisnis mereka secara lebih efektif.







